Bismillahirrohmanirrohim Assalamu’alaikum Wr.Wb Pondok Pesantren Darul Hijrah adalah sebuah pesantren yang berdiri di tempat terpencil yang berdomisili di jalan Trans Kalimantan, kampung Teluk Lerang, Desa Kuala Mandor A Kecamatan Kuala Mandor B.
Mengapa Pesantren ini didirikan di desa terpencil ?
Karena awal berdirinya Pondok Pesantren di seluruh Indonesia dimulai dari desa terpencil, kemudian berkembang menjadi Pesantren yang sangat maju. Berangkat dari sanalah KH. Ramli Maksudi memulai berjuang untuk mendirikan Pondok Pesantren Darul Hijrah tersebut.
Beliau berpendapat bahwa di desa terpencil, santri bisa tenang belajar dan menghafal, baik itu Al-Qur’an ataupun kitab-kitab dan mudah diingat karena tidak terpengaruh oleh kebisingan dan keramaian lalu lalang manusia atau kendaraan seperti halnya di kota-kota.
Pesantren Darul Hijrah didirikan di atas tanah wakaf seluas 5,2 Hektar dan Alhamdulillah atas Ridho Allah SWT, Apa yang dicita-cita oleh pendiri bisa terwujud dengan baik. Sehingga sarana untuk proses belajar dan mengajar bisa dilaksanakan. Adapun sarana yang sudah ada adalah : Masjid yang luas bangunannya berukuran 20 × 25 meter persegi.
Masjid merupakan sarana paling pertama dan utama. Karena konsep beliau, Pesantren adalah bagian dari masjid, bukan masjid bagian dari Pesantren. sebagaimana awal dakwah Rosulullah saw dimulai dari masjid.
Pondok Pesantren Darul Hijrah bukanlah cabang atau pecahan dari Pondok Pesantren manapun, akan tetapi Pesantren Darul Hijrah adalah Pesantren yang mandiri dan berdiri sendiri yang didirikan oleh beliau atas cita-cita beliau yang sangat luhur dan didamba-dambakannya sejak beliau mondok di Pesantren Darunnajah Jakarta dari tahun 1985.
Dan Alhamdulillah atas isyarat dan petunjuk dari guru-guru beliau yang sangat beliau sayangi, Maka terwujudlah Pesantren yang dicita-citakannya. Dengan senantiasa mengharap ridho Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa kami mengajak Bapak/Ibu/Saudara untuk menitipkan putra/putrinya menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Hijrah. Terima Kasih.. Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Khodim: Ning. Nadiyatul Muqaddasah
