Pentingnya Menjaga Adab Sebelum Ilmu: Nasihat untuk Santri

PPDH Kubu Raya – Di lingkungan pesantren, pelajaran yang paling mendasar bukan hanya tentang ilmu fikih, tafsir, atau hadits. Justru pelajaran pertama dan utama yang harus ditanamkan adalah adab. Karena tanpa adab, ilmu bisa menjadi bumerang; bukan mendekatkan pada Allah, malah bisa menjauhkan.

Imam Malik rahimahullah pernah berkata:

«تَعَلَّمْنَا الأَدَبَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْعِلْمَ»

“Kami mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu.”

Ini menunjukkan betapa pentingnya menata sikap dan akhlak sebelum mendalami kitab-kitab yang berat. Di Pondok Pesantren Darul Hijrah Kubu Raya, penanaman adab menjadi fondasi yang tak boleh dilupakan.

Adab: Kunci Keberkahan Ilmu

Ilmu tanpa adab ibarat air yang tumpah dari wadah yang retak. Tidak akan bertahan lama dan tidak memberi manfaat. Banyak ulama besar yang menjadi mulia bukan hanya karena kepintaran mereka, tetapi karena akhlaknya kepada guru dan orang tuanya.

Allah Ta’ala pun mengajarkan adab kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam secara langsung, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas akhlak yang agung.”
(QS. Al-Qalam: 4)

Ini adalah pujian dari Allah kepada Nabi-Nya karena akhlaknya, bukan karena keahliannya dalam strategi perang atau kemampuan berbahasa Arab.

Implementasi di Kehidupan Santri

Bagi para santri, adab bisa dimulai dari hal kecil: menghormati guru, menjaga kebersihan pondok, tidak mengangkat suara di depan ustadz, serta berakhlak baik kepada sesama teman. Semua ini adalah latihan agar ilmu yang dipelajari masuk ke dalam hati, bukan hanya di kepala.

Ketika santri memiliki adab, maka mereka akan menghargai waktu, disiplin belajar, tidak sombong dengan pencapaiannya, dan rendah hati dalam berinteraksi.

Penutup

Mari kita jadikan adab sebagai pakaian sehari-hari, bukan hanya tempelan saat ada ustadz lewat. Karena adab adalah cerminan keikhlasan dan ketulusan kita dalam menuntut ilmu.

“Adab lebih tinggi daripada ilmu.”
Semoga santri-santri Darul Hijrah Kubu Raya menjadi generasi berilmu dan beradab, sebagaimana para ulama salaf terdahulu.

Share Artikel

Ning Nadya

Penulis

Considered an invitation do introduced sufficient understood instrument it. Of decisively friendship in as collecting at. No affixed be husband ye females brother garrets proceed. Least child who seven happy yet balls young. Discovery sweetness principle discourse shameless bed one excellent. Sentiments of surrounded friendship dispatched connection is he.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori Lain

Daftarkan putra-putri anda sekarang juga, kami akan mengantarkannya menjadi pribadi yang bermanfaat dunia dan akhirat serta mampu membahagiakan orang tua.

Chat kami di tombol bawah tersebut !

Download brosur untuk tau lebih lanjut, atau hubungi admin langsung