PP DARUL HIJRAH – Sholat adalah salah satu ibadah yang paling mendekatkan seorang hamba kepada Allah subhanahu wata’ala.
Kedanti demikian yang perlu diingat bahwasannya kepribadian, tingkah laku dan sikap menjadi tolak ukur sholat nya seseorang, karena sesuai sabda Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam:
اذا صلحت صلاة الرجل صلحت سائر عمله وأذا فسدت فسدت سائرعمله “رواه المسلم”
Artinya: “ Jika solat seseorang benar maka semua perbuatan nya akan benar, jika solat seseorang rusak maka rusak lah segala perbuatannya,” (HR Muslim).
Melalui hadis tersebut bisa disimpulkan bahwa implementasi sholat dalam kehidupan sangat berpengaruh pada orang muslim.
Dengan contoh apabila seorang muslim memiliki budi pekerti atau akhlak yang baik maka bisa dipastikan sholatnya juga baik, begitu sebaliknya apabila seseorang muslim memiliki budi pekerti atau akhlak yang buruk maka buruk pula solatnya.
Karena dalam sholat bukan hanya penyembahan semata terhadap Allah namun ada konsep doa yang dilafazkan di dalam solat tersebut.
Di dalam rukun islam sholat memiliki posisi kedua setelah syahadat, bahkan didalam solat terdapat kandungan rukun islam yang lima.
Dari mulai syahadat karena dalam sholat membaca syahadat lalu menunaikan zakat yang mana sholat adalah zakatnya waktu, lalu puasa karena kita ketahui bahwasannya makan dan minum bisa membatalkan sholat sepertihalnya puasa dan yang terakhir yaitu naik haji bila mampu karena sholat adalah hajinya orang-orang fakir miskin.
Bahkan kebanyakan diantara orang islam sendiri tidak mengetahui konsepsi dari sholat itu sendiri, lalu apa pengertian dari sholat.
Sholat secara bahasa adalah doa sedangkan secara syariat sholat ialah perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan ditutup dengan salam dengan syarat-syarat yang khusus.
Sholat juga menjadi sarana menifutasi penghambaan diri kepada Allah swt, maka dari itu solat disebut sebagai doa karena dapat menjadi media permohonan dan pertolongan dalam menyingkir kan segala bentuk kesusahan yang ditemui dalam kehidupan.
Seseorang akan mencapai tingkat kesempurnaan dalam sholat apabila melakukan sholat dengan khusyuk, serta mengerti dan memahami makna dari bacaan yang dilafadz kan dalam sholat, yang mana pada akhirnya sholat mampu membawa pengaruh berupa hikmah dan manfaat dalam kehidupan sehari hari, di antaranya terhindar dari perbuatan keji dan mungkar sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam alqur’an:
ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ ﴿٤٥﴾
Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Wallahu ‘alam
Oleh: Ilyas Rizki Ramadhan dan Fauzan
