Hikmah

1 Dosa yang Sulit Diampuni, Kamu Harus Tau

1 Dosa yang Sulit Diampuni, Kamu Harus Tahu

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari kesalahan. Kita bisa terpeleset dalam dosa kecil, bahkan dosa besar. Namun, sebesar apa pun dosa seseorang, Islam selalu membuka pintu taubat bagi siapa saja yang ingin kembali. Akan tetapi, ada satu dosa yang oleh Allah disebut sebagai dosa paling besar, dan tidak akan diampuni jika pelakunya tidak bertaubat sebelum meninggal. Dosa itu adalah syirik.

Apa itu Syirik?

Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah, memberikan sebagian dari hak Allah—baik dalam ibadah, doa, atau keyakinan—kepada selain-Nya. Syirik bukan sekadar menyembah berhala, tetapi juga bisa muncul dalam bentuk keyakinan hati, ucapan, atau tindakan.

Contoh syirik:

  • Meyakini ada kekuatan gaib selain Allah yang menentukan nasib.
  • Meminta perlindungan kepada roh, jin, atau benda keramat.
  • Menjadikan seseorang sebagai perantara wajib dalam doa (bukan sekadar wasilah yang dibolehkan).
  • Menganggap bahwa makhluk mampu memberi manfaat dan mudarat secara mandiri.

Mengapa Syirik Sangat Berbahaya?

Karena syirik merusak inti akidah dan menyalahi tujuan utama penciptaan manusia: beribadah kepada Allah semata.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. An-Nisā’: 48)

Ayat ini sangat jelas: syirik tidak akan diampuni jika dibawa sampai mati. Namun jika seseorang bertaubat sebelum ajal menjemput, maka pintu taubat masih terbuka lebar.

Syirik Besar vs Syirik Kecil

Banyak orang mengira syirik hanya satu jenis. Padahal, ada dua kategori besar:

1. Syirik Besar

Syirik besar mengeluarkan seseorang dari Islam apabila dilakukan dengan sadar, seperti:

  • Sujud kepada jin atau manusia.
  • Meyakini ada tuhan lain selain Allah.
  • Meminta pertolongan ghaib kepada makhluk.

Jika mati tanpa taubat, pelakunya tidak akan diampuni.

2. Syirik Kecil

Syirik kecil tidak mengeluarkan seseorang dari Islam, tetapi tetap termasuk dosa besar.

Contoh syirik kecil:

  • Riya’: beribadah karena ingin dipuji.
  • Bersumpah dengan selain nama Allah dengan cara yang tidak syar’i.
  • Menganggap benda tertentu membawa keberuntungan.

Meskipun lebih ringan dari syirik besar, dosa ini tetap berbahaya dan dapat merusak keikhlasan.

Bagaimana Agar Terhindar dari Syirik?

1. Memperbaiki Tauhid

Mengenal Allah dengan benar, memahami bahwa hanya Dia yang berhak disembah.

2. Membiasakan Doa Perlindungan

Rasulullah mengajarkan doa penting untuk menghindari syirik, bahkan yang tidak disadari:

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampunan-Mu dari apa yang tidak aku ketahui.”

3. Menguatkan Ilmu Agama

Semakin kita paham, semakin kita mudah mengenali dan menjauhi syirik dalam bentuk apa pun.

4. Menjaga Hati dari Ketergantungan Pada Selain Allah

Gunakan usaha manusia sebagai ikhtiar, tapi gantungkan hati sepenuhnya hanya kepada Allah.

Penutup

Syirik adalah satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni jika dibawa mati, namun tetap bisa dihapus dengan taubat sebelum ajal. Karena itu, setiap muslim wajib waspada, memperbaiki aqidah, dan selalu memurnikan ibadah hanya untuk Allah.

Ingatlah: Allah Maha Pengampun, tetapi Dia juga memberi peringatan yang jelas agar manusia tidak tersesat dalam kesyirikan. Semoga kita senantiasa dijaga dalam tauhid yang lurus, dan dijauhkan dari dosa yang paling berbahaya ini.

1 Dosa yang Sulit Diampuni, Kamu Harus Tau Read More »

Pentingnya Menjaga Adab Sebelum Ilmu: Nasihat untuk Santri

PPDH Kubu Raya – Di lingkungan pesantren, pelajaran yang paling mendasar bukan hanya tentang ilmu fikih, tafsir, atau hadits. Justru pelajaran pertama dan utama yang harus ditanamkan adalah adab. Karena tanpa adab, ilmu bisa menjadi bumerang; bukan mendekatkan pada Allah, malah bisa menjauhkan.

Imam Malik rahimahullah pernah berkata:

«تَعَلَّمْنَا الأَدَبَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْعِلْمَ»

“Kami mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu.”

Ini menunjukkan betapa pentingnya menata sikap dan akhlak sebelum mendalami kitab-kitab yang berat. Di Pondok Pesantren Darul Hijrah Kubu Raya, penanaman adab menjadi fondasi yang tak boleh dilupakan.

Adab: Kunci Keberkahan Ilmu

Ilmu tanpa adab ibarat air yang tumpah dari wadah yang retak. Tidak akan bertahan lama dan tidak memberi manfaat. Banyak ulama besar yang menjadi mulia bukan hanya karena kepintaran mereka, tetapi karena akhlaknya kepada guru dan orang tuanya.

Allah Ta’ala pun mengajarkan adab kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam secara langsung, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas akhlak yang agung.”
(QS. Al-Qalam: 4)

Ini adalah pujian dari Allah kepada Nabi-Nya karena akhlaknya, bukan karena keahliannya dalam strategi perang atau kemampuan berbahasa Arab.

Implementasi di Kehidupan Santri

Bagi para santri, adab bisa dimulai dari hal kecil: menghormati guru, menjaga kebersihan pondok, tidak mengangkat suara di depan ustadz, serta berakhlak baik kepada sesama teman. Semua ini adalah latihan agar ilmu yang dipelajari masuk ke dalam hati, bukan hanya di kepala.

Ketika santri memiliki adab, maka mereka akan menghargai waktu, disiplin belajar, tidak sombong dengan pencapaiannya, dan rendah hati dalam berinteraksi.

Penutup

Mari kita jadikan adab sebagai pakaian sehari-hari, bukan hanya tempelan saat ada ustadz lewat. Karena adab adalah cerminan keikhlasan dan ketulusan kita dalam menuntut ilmu.

“Adab lebih tinggi daripada ilmu.”
Semoga santri-santri Darul Hijrah Kubu Raya menjadi generasi berilmu dan beradab, sebagaimana para ulama salaf terdahulu.

Pentingnya Menjaga Adab Sebelum Ilmu: Nasihat untuk Santri Read More »

Makna Pengorbanan di Hari Raya Idul Adha

PPDH Kubu Raya – Hari Raya Idul Adha adalah momentum suci yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Ia tidak hanya dikenal sebagai hari raya kurban, tapi juga menjadi simbol ketundukan, pengorbanan, dan keteguhan iman. Di pondok pesantren seperti Darul Hijrah Kubu Raya, momen ini dimaknai lebih dalam sebagai ajang membentuk karakter dan keikhlasan santri dalam beribadah dan berbagi.

Idul Adha tak bisa dilepaskan dari kisah agung Nabi Ibrahim ‘alaihissalam saat menerima perintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Sebuah ujian keimanan yang luar biasa. Ketika keduanya menerima perintah itu tanpa ragu, Allah pun memuji mereka dan menggantikan Ismail dengan sembelihan yang besar.

Allah berfirman:

وَفَدَيْنَـٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
(QS. As-Saffat: 107)

Inilah asal-usul ibadah qurban yang kita jalankan setiap 10 Dzulhijjah. Namun, inti dari Idul Adha bukan hanya sekadar menyembelih hewan. Lebih dari itu, ia mengajarkan nilai keikhlasan dan pengorbanan demi menaati perintah Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«إِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ يَوْمَ النَّحْرِ، إِهْرَاقُ الدَّمِ»

“Sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah pada hari Nahr (Idul Adha) adalah menumpahkan darah (hewan kurban).”
(HR. Tirmidzi)

Santri Darul Hijrah Kubu Raya diajak untuk merenungi bahwa berkurban bukan hanya tentang sapi atau kambing. Tapi tentang kesiapan kita “menyembelih” ego, nafsu, dan rasa cinta dunia demi mencari ridha Allah. Dalam pendidikan pesantren, pengorbanan waktu, rindu kampung halaman, dan kenyamanan adalah bagian dari proses meneladani spirit Nabi Ibrahim dan Ismail.

Idul Adha juga momentum untuk berbagi. Daging kurban dibagikan kepada yang membutuhkan, mempererat ukhuwah dan menciptakan suasana kebersamaan. Di lingkungan pesantren, semangat ini menjadi nyata dengan kegiatan gotong royong, penyembelihan hewan kurban, hingga berbagi ke warga sekitar.

Kesimpulan:
Idul Adha mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus di atas segalanya. Mari jadikan hari raya ini sebagai titik awal untuk menjadi hamba yang lebih taat dan peduli sesama.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Semoga semangat pengorbanan Nabi Ibrahim tumbuh dalam jiwa santri Darul Hijrah Kubu Raya.

Makna Pengorbanan di Hari Raya Idul Adha Read More »

Ingin Santri Betah di Pondok? Ini 10 Tipsnya

10 Tips Agar Santri Betah di Pondok Pesantren

Mondok di pesantren sering kali menjadi pengalaman yang baru dan penuh tantangan bagi para santri, terutama yang pertama kali meninggalkan rumah. Bagi sebagian santri, masa adaptasi di pesantren bisa cukup sulit.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tips agar santri bisa merasa betah dan nyaman selama menuntut ilmu di pesantren. Berikut 10 tips yang dapat membantu santri menikmati masa-masa mondok:

1. Niatkan untuk Ibadah dan Menuntut Ilmu

Langkah pertama yang sangat penting adalah memperbaiki niat. Tanamkan dalam hati bahwa mondok adalah bagian dari ibadah dan usaha untuk menuntut ilmu. Ketika niat sudah benar, segala kesulitan yang dihadapi akan terasa lebih ringan.

2. Bangun Hubungan Baik dengan Teman-Teman

Di pesantren, teman-teman menjadi keluarga kedua. Usahakan untuk menjalin hubungan baik dengan sesama santri. Cobalah untuk bersikap ramah, peduli, dan saling membantu. Memiliki teman yang baik bisa membuat suasana pesantren lebih menyenangkan.

3. Manfaatkan Waktu Luang untuk Kegiatan Positif

Ketika ada waktu luang, manfaatkan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti membaca buku, berdiskusi dengan teman, atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan pesantren. Dengan aktivitas yang positif, santri akan lebih mudah merasa betah.

4. Jaga Kesehatan dengan Pola Makan dan Istirahat yang Baik

Kesehatan yang baik adalah kunci untuk menjalani aktivitas sehari-hari di pesantren. Usahakan untuk makan makanan yang sehat, minum cukup air, dan istirahat yang cukup. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar selalu merasa nyaman.

5. Kenali dan Pahami Aturan Pesantren

Setiap pesantren memiliki aturan yang harus diikuti oleh santri. Memahami dan mentaati aturan akan membuat kehidupan di pesantren lebih tertib dan nyaman. Hindari melanggar peraturan agar tidak menimbulkan masalah yang bisa mengganggu kenyamanan belajar.

6. Tingkatkan Kemandirian

Salah satu manfaat utama mondok adalah melatih kemandirian. Cobalah untuk belajar melakukan segala sesuatu secara mandiri, seperti mencuci pakaian, mengatur waktu belajar, dan menyelesaikan tugas tanpa bantuan. Dengan begitu, santri akan lebih siap menghadapi tantangan hidup.

7. Bangun Kebiasaan Ibadah yang Konsisten

Aktivitas ibadah yang rutin seperti shalat berjamaah, mengaji, dan dzikir dapat memberikan ketenangan hati. Semakin dekat hubungan dengan Allah, semakin mudah pula bagi santri untuk beradaptasi dan merasa betah di lingkungan pesantren.

8. Selalu Berpikir Positif

Penting bagi santri untuk selalu berpikir positif dan menjauhkan diri dari prasangka buruk. Kesulitan yang dihadapi saat mondok bukanlah halangan, melainkan tantangan yang bisa memperkuat mental dan karakter. Fokus pada tujuan utama mondok, yaitu menuntut ilmu.

9. Komunikasi dengan Keluarga Secara Rutin

Rasa rindu pada keluarga adalah hal yang wajar, terutama bagi santri yang baru pertama kali mondok. Cobalah untuk menjaga komunikasi dengan keluarga, baik melalui telepon atau surat. Dukungan dan motivasi dari keluarga bisa menjadi penyemangat saat berada jauh dari rumah.

10. Temukan Kegiatan yang Menyenangkan di Pesantren

Banyak pesantren yang menyediakan kegiatan ekstrakurikuler atau hobi yang bisa diikuti, seperti olahraga, seni, atau kepanduan. Temukan kegiatan yang paling disukai dan nikmati waktu di pesantren dengan melakukan aktivitas yang positif. Hal ini bisa membuat suasana mondok lebih berwarna dan tidak membosankan.

Penutup

Mondok di pesantren adalah pengalaman berharga yang tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter santri menjadi lebih mandiri dan tangguh.

Dengan tips di atas, semoga para santri bisa merasa lebih nyaman dan betah dalam menjalani kehidupan di pesantren. Ingatlah, setiap tantangan yang dihadapi adalah bagian dari proses belajar yang akan membentuk pribadi yang lebih baik.

Ingin Santri Betah di Pondok? Ini 10 Tipsnya Read More »

Apa Bagusnya Masukin Anak ke Pesantren? Simak Ini

Saat ini, semakin banyak orang tua yang khawatir dengan pergaulan bebas dan kenakalan remaja yang marak terjadi. Salah satu solusi yang sering dipilih adalah memasukkan anak ke pondok pesantren.

Apa bagusnya masukin anak ke pesantren? Berikut beberapa alasan yang menjadikan pesantren sebagai pilihan tepat dalam mendidik anak:

1. Pendidikan Karakter dan Akhlak

Pesantren bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menanamkan pendidikan karakter yang kuat.

Anak-anak diajarkan untuk disiplin, jujur, dan bertanggung jawab melalui kegiatan sehari-hari. Mereka juga dibekali dengan nilai-nilai Islam yang mendalam, sehingga diharapkan mampu membentuk akhlak yang baik.

2. Menghindari Pergaulan Bebas

Salah satu keuntungan besar dari memasukkan anak ke pesantren adalah pengawasan yang ketat terhadap pergaulan mereka.

Lingkungan pesantren yang terjaga dari pengaruh negatif dunia luar dapat menghindarkan anak dari bahaya pergaulan bebas.

Dengan begitu, risiko terlibat dalam tindakan negatif seperti tawuran, narkoba, atau kenakalan remaja lainnya dapat diminimalisir.

3. Fokus pada Pengembangan Spiritual

Pesantren memberikan perhatian khusus pada pengembangan spiritual anak. Setiap hari mereka diajarkan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah melalui shalat berjamaah, mengaji Al-Quran, dan dzikir.

Aktivitas ini membantu anak untuk memiliki pegangan hidup yang kuat dan menjauhkan mereka dari perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

4. Pembelajaran Mandiri dan Bertanggung Jawab

Di pesantren, anak-anak belajar untuk hidup mandiri. Mereka harus mengatur waktu sendiri, menyelesaikan tugas-tugas harian, dan bertanggung jawab atas kegiatan mereka.

Kemampuan ini tidak hanya berguna selama masa pendidikan, tetapi juga menjadi bekal untuk kehidupan dewasa.

5. Lingkungan yang Mendukung Hijrah

Pesantren menyediakan lingkungan yang positif bagi anak-anak yang ingin memperbaiki diri. Teman-teman sebaya di pesantren biasanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadi pribadi yang lebih baik.

Hal ini mendorong anak untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan tercela.

Dengan banyaknya manfaat di atas, memasukkan anak ke pesantren adalah langkah bijak bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik, sekaligus menjauhkan anak dari pengaruh negatif yang ada di luar.

Jadi, tidak perlu ragu lagi mengenai apa bagusnya masukin anak ke pesantren, karena pesantren menjadi tempat yang tepat untuk membentuk generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia.

Apa Bagusnya Masukin Anak ke Pesantren? Simak Ini Read More »

tradisi bulan muharram di berbagai negara islam

Tradisi dan Kebudayaan Muharram di Berbagai Negara

PP DARUL HIJRAH – Bulan Muharram merupakan bulan yang sangat penting dalam kalender Islam.

Selain dianggap sebagai salah satu bulan suci, Muharram juga menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Di berbagai negara, Muharram dirayakan dengan tradisi dan kebudayaan yang beragam, memperkaya nuansa spiritual dan kebersamaan umat Islam di seluruh dunia.

Muharram di Arab Saudi

Sebagai pusat Islam, Arab Saudi merayakan Muharram dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Umat Islam di Arab Saudi biasanya melakukan puasa Tasu’a (9 Muharram) dan puasa Asyura (10 Muharram), mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, banyak masjid yang mengadakan ceramah dan kajian khusus tentang pentingnya bulan Muharram dan peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di dalamnya.

Tradisi Muharram di Iran

Di Iran, perayaan Muharram sangat kental dengan nuansa duka dan penghormatan terhadap peristiwa Karbala. Pada tanggal 10 Muharram, yang dikenal sebagai Hari Asyura, umat Syiah di Iran memperingati syahidnya Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW.

Peringatan ini dilakukan dengan berbagai ritual, termasuk prosesi jalan kaki, pembacaan syair-syair duka, dan pementasan drama tentang tragedi Karbala.

BACA JUGA : Hari Santri: 6 Peran Heroik Santri dalam Sejarah

Muharram di India

Di India, perayaan Muharram sangat beragam dan penuh dengan tradisi lokal. Umat Islam di India, baik Sunni maupun Syiah, melakukan berbagai kegiatan untuk memperingati bulan ini.

Salah satu tradisi unik adalah “Taziya,” yaitu replika makam Imam Hussein yang diarak keliling kota. Selain itu, banyak juga yang melakukan puasa, berdoa, dan menghadiri majlis (pertemuan) yang membahas sejarah dan pelajaran dari peristiwa Karbala.

Kebudayaan Muharram di Indonesia

Di Indonesia, Muharram dikenal sebagai bulan yang penuh berkah dan banyak masyarakat yang menyebutnya dengan istilah “Bulan Suro” dalam budaya Jawa.

Beberapa tradisi yang dilakukan antara lain “Suroan,” yaitu kegiatan doa bersama, membersihkan diri secara spiritual, dan mengadakan berbagai ritual adat.

Di beberapa daerah, seperti Yogyakarta dan Surakarta, diadakan juga “Grebeg Suro,” yaitu parade budaya dan keagamaan untuk menyambut tahun baru Hijriyah.

Muharram di Pakistan

Pakistan memiliki tradisi peringatan Muharram yang mirip dengan Iran, terutama di kalangan komunitas Syiah. Pada Hari Asyura, masyarakat Pakistan mengadakan prosesi besar-besaran yang disebut “Matam,” di mana peserta memukul dada mereka sebagai bentuk ekspresi duka.

Selain itu, mereka juga mengadakan majlis untuk mengenang pengorbanan Imam Hussein dan memanjatkan doa-doa khusus.

Muharram di Turki

Di Turki, Muharram dirayakan dengan cara yang lebih tenang dan khusyuk. Masyarakat Turki biasanya melakukan puasa Asyura dan mengadakan pertemuan di masjid-masjid untuk mendengarkan ceramah tentang sejarah dan keutamaan bulan Muharram.

Tradisi membuat “Aşure,” yaitu hidangan manis yang terbuat dari campuran kacang-kacangan, buah-buahan kering, dan gandum, juga sangat populer. Hidangan ini biasanya dibagikan kepada tetangga dan keluarga sebagai simbol kebersamaan.

Kesimpulan

Bulan Muharram membawa pesan universal tentang keteguhan iman, pengorbanan, dan kebersamaan. Meskipun tradisi dan cara perayaannya berbeda-beda di setiap negara, esensi dari bulan suci ini tetap sama: memperingati sejarah Islam yang penuh makna dan menginspirasi umat untuk menjadi lebih baik.

Dengan memahami dan menghargai keragaman tradisi ini, kita dapat memperkuat tali persaudaraan dan memperkaya pengalaman spiritual kita di bulan Muharram.

Menjadi saksi betapa beragamnya cara umat Islam di berbagai belahan dunia dalam merayakan Muharram, kita diingatkan akan pentingnya menjaga nilai-nilai kesucian dan kebersamaan dalam setiap langkah kita.

Tradisi yang berbeda ini tidak hanya memperkaya budaya Islam, tetapi juga mengajarkan kita untuk saling menghormati dan memahami.

Artikel ini dirancang untuk memastikan konten yang bebas plagiasi, tetapi pengecekan akhir dengan alat pendeteksi plagiasi tetap dianjurkan sebelum dipublikasikan.

Tradisi dan Kebudayaan Muharram di Berbagai Negara Read More »

hari santri dan peran santri untuk negeri

Hari Santri: 6 Peran Heroik Santri dalam Sejarah

PESANTREN DARUL HIJRAHHari Santri, yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, adalah hari istimewa untuk mengenang peran santri dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.

Penetapan Hari Santri oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 bukan hanya sebagai penghargaan bagi mereka, tetapi juga sebagai pengakuan atas kontribusi besar mereka dalam membentuk identitas bangsa.

Sejarah Singkat Hari Santri

Hari Santri merujuk pada seruan Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi ini memobilisasi para santri untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajah.

Semangat jihad yang dimaksud adalah mempertahankan tanah air yang merupakan bagian dari iman. Dalam hadits disebutkan, “حب الوطن من الإيمان” (Hubbul wathan minal iman), yang berarti cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

Peran Santri dalam Kemerdekaan

Perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka terlibat langsung dalam berbagai pertempuran, seperti pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

KH. Hasyim Asy’ari menegaskan pentingnya jihad dalam konteks mempertahankan kemerdekaan, sesuai dengan ajaran Al-Qur’an surat Al-Anfal ayat 60:

وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ

Artinya: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.”

Pendidikan Santri dan Pembangunan Bangsa

Selain dalam bidang perjuangan fisik, mereka juga berperan penting dalam bidang pendidikan dan moral bangsa. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional telah melahirkan banyak tokoh intelektual dan pemimpin bangsa.

Salah satu kitab kuning yang menjadi rujukan utama dalam pendidikan pesantren adalah kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, yang menekankan pentingnya ilmu dan akhlak.

Santri dan Nilai-Nilai Keberagaman

Mereka juga terkenal dengan sikap toleransi dan menghargai perbedaan, sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.”

Modernisasi dan Tantangan Santri Masa Kini

Di era globalisasi, mereka menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Modernisasi dan perkembangan teknologi memerlukan adaptasi tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisional dan keagamaan. Pesantren kini mulai mengintegrasikan pendidikan umum dan teknologi dalam kurikulumnya, tanpa mengurangi esensi pendidikan agama.

Santri dan Ekonomi Syariah

Peran mereka juga semakin luas, termasuk dalam bidang ekonomi syariah. Mereka berkontribusi dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah yang berprinsip pada keadilan dan kesejahteraan. Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 282 menekankan pentingnya keadilan dalam muamalah:

وَلَا تَسْأَمُوا أَن تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَىٰ أَجَلِهِ

Artinya: “Dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar, sampai batas waktu membayarnya.”

Santri sebagai Agen Perubahan Sosial

Mereka tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Mereka aktif dalam kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan penegakan keadilan.

Prinsip amar ma’ruf nahi munkar menjadi landasan penting bagi mereka dalam hubungan sosial yang baik dan benar.

Kesimpulan

Peringatan ini adalah momentum untuk mengingat kembali kontribusi besar mereka dalam sejarah dan pembangunan bangsa. Dari perjuangan kemerdekaan hingga modernisasi, santri terus berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan.

Dengan berpegang pada ajaran Al-Qur’an dan Hadits, serta nilai-nilai ajaran pesantren, mereka akan terus menjadi pilar penting dalam menjaga keutuhan dan keberagaman Indonesia.

Hari Santri: 6 Peran Heroik Santri dalam Sejarah Read More »

Mengimplementasikan Sholat Dalam Kehidupan

PP DARUL HIJRAH – Sholat adalah salah satu ibadah yang paling mendekatkan seorang hamba  kepada Allah subhanahu wata’ala.

Kedanti demikian yang perlu diingat bahwasannya kepribadian, tingkah laku dan sikap menjadi tolak ukur sholat nya seseorang, karena sesuai sabda Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam:

اذا صلحت صلاة الرجل صلحت سائر عمله وأذا فسدت فسدت سائرعمله “رواه المسلم”

Artinya: “ Jika solat seseorang benar maka semua perbuatan nya akan benar, jika solat seseorang rusak maka rusak lah segala perbuatannya,” (HR Muslim).

Melalui hadis tersebut bisa disimpulkan bahwa implementasi sholat dalam kehidupan sangat berpengaruh pada orang muslim.

Dengan contoh apabila seorang muslim memiliki budi pekerti atau akhlak yang baik maka bisa dipastikan sholatnya juga baik, begitu sebaliknya apabila seseorang muslim memiliki budi pekerti atau akhlak yang buruk maka buruk pula solatnya.

Karena dalam sholat bukan hanya penyembahan semata terhadap Allah namun ada konsep doa yang dilafazkan di dalam solat tersebut.

Di dalam rukun islam sholat memiliki posisi kedua setelah syahadat, bahkan didalam solat terdapat kandungan rukun islam yang lima.

Dari mulai syahadat karena dalam sholat membaca syahadat lalu menunaikan zakat yang mana sholat adalah zakatnya waktu, lalu puasa karena kita ketahui bahwasannya makan dan minum bisa membatalkan sholat sepertihalnya puasa dan yang terakhir yaitu naik haji bila mampu karena sholat adalah hajinya orang-orang fakir miskin.

Bahkan kebanyakan diantara orang islam sendiri tidak mengetahui konsepsi dari sholat itu sendiri, lalu apa pengertian dari sholat.

Sholat secara bahasa adalah doa sedangkan secara syariat sholat ialah perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan ditutup dengan salam dengan syarat-syarat yang khusus.

Sholat juga menjadi sarana menifutasi penghambaan diri kepada Allah swt, maka dari itu solat disebut sebagai doa karena dapat menjadi media permohonan dan  pertolongan dalam menyingkir kan segala bentuk kesusahan yang ditemui dalam kehidupan.

Seseorang akan mencapai tingkat kesempurnaan dalam sholat apabila melakukan sholat dengan khusyuk, serta mengerti dan memahami makna dari bacaan yang dilafadz kan dalam sholat, yang mana pada akhirnya sholat mampu membawa pengaruh berupa hikmah dan manfaat dalam kehidupan sehari hari, di antaranya terhindar dari perbuatan keji dan mungkar sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam alqur’an:

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ ﴿٤٥﴾

Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Wallahu ‘alam

Oleh: Ilyas Rizki Ramadhan dan Fauzan

Mengimplementasikan Sholat Dalam Kehidupan Read More »

Hikmah Sedekah

PP DARUL HIJRAH – Sedekah adalah suatu amal yang dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala. Dengan sedekah dapat mempermudah kita dihari kiamat.

Nabi kita nabi Muhammad mengajurkan kita untuk selalu bersedekah, pada umumnya sedekah itu berupa barang.

Tetapi perlu kita ketahui ada juga sedekah yang tidak berupa barang dan sangatlah mudah untuk kita lakukan.

Apakah itu, yaitu senyuman. Jika kita tidak memiliki apapun untuk bersedekah, maka bersedekahlah dengan senyuman. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad:

تبسمك في وجه اخيك صدقة

Artinya: “Senyuman dihadapan saudaramu adalah shodaqoh,” (HR Tirmidzi).

Ketika hendak bersedekah, jangan pernah takut akan kekurangan harta, berapa banyak orang diluar sana enggan untuk bersedekah.

Mengapa begitu, karena mereka takut hartanya berkurang dan mereka takut menjadi miskin. Dengan bersedekah kita tidak akan miskin, tidak akan kekurangan dan tidak akan kelaparan.

Bahkan dengan sedekah, Allah akan mempermudah urusan kita dan Allah tambah nikmat kita. Dengan tanpa kita sadari, terkadang kita tidak menyadari bahwa Allah balas sedekah kita dengan kesehatan.

Allah balas sedekah kita dengan kenikmatannya, kita bisa makan, berjalan, beramal yang semua itu tanpa kita sadari. Sebagaimana sabda nabi:

ما نقصت صدقة من مال

Artinya: “Tidak akan berkurang harta disebabkan shodaqoh,” (HR Muslim).

Oleh karena itu, jangan kalian khawatir berkurangnya harta karena sedekah. Dan ada juga orang yang bersedekah akan tetapi menyakiti hati orang yang disedekahi.

Maka Allah menjelaskan mengenai hal tersebut dalam firmannya:

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًى ۗ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌ ﴿٢٦٣﴾

Artinya: “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.”

Wallahu a’lam

Oleh: Firmansyah

Hikmah Sedekah Read More »

Fadhilah Qiyamul Lail

PP DARUL HIJRAH – Qiyamul lail adalah menghidupkan malam dengan beribadah. Dalam qiyamul lail seseorang harus mamapu membangun sebuah hubungan dengan Allah di waktu malam.

Seseorang bisa menghidupkan malam dengan ibadah-ibadah yang masyhur, seperti sholat tahajud. Sholat tahajud adalah sholat yang dilakukan dimalam hari setelah bangun dari tidur.

Hukum sholat tahajud adalah sunnah mua’akad (Sholat Sunnah yang sangat dianjurkan). Sholat ini termasuk sholat yang sangat istimewa. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Isro ayat 79 yang berbunyi:

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا ﴿٧٩﴾

Artinya: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

Cara meraih keridhoan Allah adalah dengan melakukan sesuatu amalan yang dicintai malaikat dan para nabi. Sholat tahajud juga dapat memancarkan cahaya pengetahuan, memperkuat dasar keimanan dan menyehatkan tubuh.

Jika manusia melakukan sesuatu yang Allah sukai, maka Allah akan memberikan apa yang mereka inginkan. Semua itu bisa diraih disepertiga malam terakhir, sebagaimana sabda Rosulullah shallahu alaihi wasallam:

ينزل ربنا تبارك و تعالى كل ليلة حين يبقى ثلث الليل الأخر الى السماء الدنيا فيقول من يدعوني فاستجيب له . من يستغفرني فاغفر له . من يسألني فأعطيه

Artinya: “Setiap malam tuhan kami turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Allah berfirman ‘Barang siapa yang menyeruku, akan aku perkenankan seruannya, barang siapa yang meminta kepadaku, aku perkenankan permintaannya dan barang siapa meminta ampunan kepadaku, maka aku ampuni dia’,” (HR Bukhori dan Muslim).

Allah turun disepertiga malam terakhir, maksudnya adalah Allah membuka kesempatan untuk manusia. Allah menanti mereka yang bangun dari tempat tidurnya untuk melaksanakan sholat dan sujud serta merendahkan diri.

Perbuatan itu merupakan sebuah bukti cinta dan kerinduan mereka kepada tuhannya. Selain itu ditegaskan oleh nabi bahwa tahujud adalah sholat terbaik setelah sholat wajib dalam haditsnya:

افضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم و افضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل

Artinya: “Sebaik-baik puasa setelah puasa ramadhon adalah puasa pada bulan Allah (muharrom), sebaik-baik sholat setelah sholat wajib adalah sholat malam,” (HR Muslim).

Ada empat balasan yang akan Allah berikan kepada orang yang istiqomah dalam  melaksanakan sholat tahujudnya:

1.      Allah akan menjamin kesuksesannya (diangkat derajatnya)

2.      Dibimbing dalam mengawali aktifitas kebaikannya

3.      Dilindungi oleh Allah dari bahaya

Itulah balasan bagi orang yang istoqomah dalam melaksanakan sholat tahujud. Maka dari itu hendaknya berusaha bangunlah disepertiga malam terakhir untuk melakukan sholat tahujud.

Hal itu agar apa yang kita inginkan dikabulkan oleh Allah, dicintai para malaikat dan para nabi.

Wallahu a’lam

Oleh: Mardiana

Fadhilah Qiyamul Lail Read More »

Download brosur untuk tau lebih lanjut, atau hubungi admin langsung