Makna Pengorbanan di Hari Raya Idul Adha

PPDH Kubu Raya – Hari Raya Idul Adha adalah momentum suci yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Ia tidak hanya dikenal sebagai hari raya kurban, tapi juga menjadi simbol ketundukan, pengorbanan, dan keteguhan iman. Di pondok pesantren seperti Darul Hijrah Kubu Raya, momen ini dimaknai lebih dalam sebagai ajang membentuk karakter dan keikhlasan santri dalam beribadah dan berbagi.

Idul Adha tak bisa dilepaskan dari kisah agung Nabi Ibrahim ‘alaihissalam saat menerima perintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Sebuah ujian keimanan yang luar biasa. Ketika keduanya menerima perintah itu tanpa ragu, Allah pun memuji mereka dan menggantikan Ismail dengan sembelihan yang besar.

Allah berfirman:

وَفَدَيْنَـٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
(QS. As-Saffat: 107)

Inilah asal-usul ibadah qurban yang kita jalankan setiap 10 Dzulhijjah. Namun, inti dari Idul Adha bukan hanya sekadar menyembelih hewan. Lebih dari itu, ia mengajarkan nilai keikhlasan dan pengorbanan demi menaati perintah Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«إِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ يَوْمَ النَّحْرِ، إِهْرَاقُ الدَّمِ»

“Sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah pada hari Nahr (Idul Adha) adalah menumpahkan darah (hewan kurban).”
(HR. Tirmidzi)

Santri Darul Hijrah Kubu Raya diajak untuk merenungi bahwa berkurban bukan hanya tentang sapi atau kambing. Tapi tentang kesiapan kita “menyembelih” ego, nafsu, dan rasa cinta dunia demi mencari ridha Allah. Dalam pendidikan pesantren, pengorbanan waktu, rindu kampung halaman, dan kenyamanan adalah bagian dari proses meneladani spirit Nabi Ibrahim dan Ismail.

Idul Adha juga momentum untuk berbagi. Daging kurban dibagikan kepada yang membutuhkan, mempererat ukhuwah dan menciptakan suasana kebersamaan. Di lingkungan pesantren, semangat ini menjadi nyata dengan kegiatan gotong royong, penyembelihan hewan kurban, hingga berbagi ke warga sekitar.

Kesimpulan:
Idul Adha mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus di atas segalanya. Mari jadikan hari raya ini sebagai titik awal untuk menjadi hamba yang lebih taat dan peduli sesama.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Semoga semangat pengorbanan Nabi Ibrahim tumbuh dalam jiwa santri Darul Hijrah Kubu Raya.

Share Artikel

Ning Nadya

Penulis

Considered an invitation do introduced sufficient understood instrument it. Of decisively friendship in as collecting at. No affixed be husband ye females brother garrets proceed. Least child who seven happy yet balls young. Discovery sweetness principle discourse shameless bed one excellent. Sentiments of surrounded friendship dispatched connection is he.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori Lain

Daftarkan putra-putri anda sekarang juga, kami akan mengantarkannya menjadi pribadi yang bermanfaat dunia dan akhirat serta mampu membahagiakan orang tua.

Chat kami di tombol bawah tersebut !

Download brosur untuk tau lebih lanjut, atau hubungi admin langsung