PP DARUL HIJRAH – Sifat itu mencerminkan kewaro’an seseorang, jika sifat ia buruk maka sedikit kewaro’annya. Maka dari itu berusahalah menghindari sifat-sifat ini.
Imam Ibnu Hajar Al Asqolani menjelaskan dalam kitab Nashoihul Ibad:
قال عمر رضي الله عنه: من كثر ضحكه قلت هيبته ومن استخف بالناس استخف به ومن اكثر من شيئ عرف به ومن كثر كلامه كثر سقطه ومن كثر سقطه قل حياؤه ومن قل حياؤه قل ورعه ومن قل ورعه مات قلبه
Artinya: “Umar radhiyallahu ‘anhu mengatakan ‘Barang siapa yang banyak tertawa, maka wibawanya sedikit, barang siapa yang suka menghina orang, tentu dia akan dihina oleh orang, Barang siapa yang memperbanyak sesuatu, maka dia akan dikenal dengannya, barang siapa yang banyak bicara, tentu banyak dosanya, barang siapa yang banyak dosanya, maka sedikit rasa malunya, barang siapa sedikit rasa malunya, maka sedikit pula sifat waro’nya, barang siapa sedikit sifat waro’nya, maka hatinya mati’.”
1. Barang Siapa yang Banyak Tertawa, Maka Wibawanya Sedikit
Ketika seseorang banyak tertawa maka hal tersebut bisa membuat hati kita menjadi gelap dan juga bisa menghilangkan cahaya diwajah kita.
Rosulullah shallahu alahi wasallam menjelaskan dalam sabdanya:
اياك و كثرة الضحك فإنه يميت القلب ويذهب بنور الوجه
Artinya: “Takutlah terhadap banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya di wajah,” (HR Bukhori dan Muslim ).
2. Barang Siapa Suka Menghina Seseorang, Maka Ia Akan Dihina Orang
Menghina orang lain merupakan salah satu dari akhlak tercela, dan Allah subhanahu wata’ala menjelaskan dalam firmannya untuk membenari akhlak yang buruk tersebut.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ﴿١١﴾
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
3. Barang Siapa yang Memperbanyak Sesuatu, Maka Dia Akan Dikenal Dengannya
Jika ia memperbanyak sesuatu, seperti menghina seseorang terus menerus maka ia akan dikenal akan sifatnya yang selalu menghina orang lain.
4. Barang Siapa yang Banyak Bicara, Tentu Banyak Dosanya
Hal ini dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad Saw yang berbunyi:
ان اكثر الناس ذنوبا يوم القيامة اكثرهم كلاما فيما لا يعنيه رواه ابن نصر
Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling banyak dosanya pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bicaranya di dalam hal yang tidak bermanfaat,” (HR Ibnu Nasar).
5. Barang Siapa Banyak Dosanya, Maka Sedikit Rasa Malunya
Jika ia telah terbiasa dengan perbuatan dosa, maka ia tidak akan malu untuk melakukannya kembali, karena sudah terbiasa melakukan dosa.
6. Barang Siapa Sedikit Rasa Malunya, Maka Sedikit Pula Sifat Waro’nya
Jika sifat malunya seseorang sudah tidak ada, maka berhati-hatilah karena hal itu bisa mempengaruhi sifat waro’nya.
7. Barang Siapa Sedikit Sifat Waro’nya, Maka Hati Mati
Jika kalian tidak ada sedikitpun sifat waro’, Maka kalian telah terjerumus untuk selalu berbuat dosa, karena waro’ secara bahasa adalah menghindari diri dari dosa atau menjauhi dari hal-hal yang tidak baik dan syubhat.
Para sufi menjelaskan bahwa waro’ adalah menghindari segala yang tidak jelas antara halal dan haram.
Wallahu ‘alam
Oleh Muhammad Rizza Ramadhan
