Mei 2025

Pentingnya Menjaga Adab Sebelum Ilmu: Nasihat untuk Santri

PPDH Kubu Raya – Di lingkungan pesantren, pelajaran yang paling mendasar bukan hanya tentang ilmu fikih, tafsir, atau hadits. Justru pelajaran pertama dan utama yang harus ditanamkan adalah adab. Karena tanpa adab, ilmu bisa menjadi bumerang; bukan mendekatkan pada Allah, malah bisa menjauhkan.

Imam Malik rahimahullah pernah berkata:

«تَعَلَّمْنَا الأَدَبَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْعِلْمَ»

“Kami mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu.”

Ini menunjukkan betapa pentingnya menata sikap dan akhlak sebelum mendalami kitab-kitab yang berat. Di Pondok Pesantren Darul Hijrah Kubu Raya, penanaman adab menjadi fondasi yang tak boleh dilupakan.

Adab: Kunci Keberkahan Ilmu

Ilmu tanpa adab ibarat air yang tumpah dari wadah yang retak. Tidak akan bertahan lama dan tidak memberi manfaat. Banyak ulama besar yang menjadi mulia bukan hanya karena kepintaran mereka, tetapi karena akhlaknya kepada guru dan orang tuanya.

Allah Ta’ala pun mengajarkan adab kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam secara langsung, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas akhlak yang agung.”
(QS. Al-Qalam: 4)

Ini adalah pujian dari Allah kepada Nabi-Nya karena akhlaknya, bukan karena keahliannya dalam strategi perang atau kemampuan berbahasa Arab.

Implementasi di Kehidupan Santri

Bagi para santri, adab bisa dimulai dari hal kecil: menghormati guru, menjaga kebersihan pondok, tidak mengangkat suara di depan ustadz, serta berakhlak baik kepada sesama teman. Semua ini adalah latihan agar ilmu yang dipelajari masuk ke dalam hati, bukan hanya di kepala.

Ketika santri memiliki adab, maka mereka akan menghargai waktu, disiplin belajar, tidak sombong dengan pencapaiannya, dan rendah hati dalam berinteraksi.

Penutup

Mari kita jadikan adab sebagai pakaian sehari-hari, bukan hanya tempelan saat ada ustadz lewat. Karena adab adalah cerminan keikhlasan dan ketulusan kita dalam menuntut ilmu.

“Adab lebih tinggi daripada ilmu.”
Semoga santri-santri Darul Hijrah Kubu Raya menjadi generasi berilmu dan beradab, sebagaimana para ulama salaf terdahulu.

Pentingnya Menjaga Adab Sebelum Ilmu: Nasihat untuk Santri Read More »

Makna Pengorbanan di Hari Raya Idul Adha

PPDH Kubu Raya – Hari Raya Idul Adha adalah momentum suci yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Ia tidak hanya dikenal sebagai hari raya kurban, tapi juga menjadi simbol ketundukan, pengorbanan, dan keteguhan iman. Di pondok pesantren seperti Darul Hijrah Kubu Raya, momen ini dimaknai lebih dalam sebagai ajang membentuk karakter dan keikhlasan santri dalam beribadah dan berbagi.

Idul Adha tak bisa dilepaskan dari kisah agung Nabi Ibrahim ‘alaihissalam saat menerima perintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Sebuah ujian keimanan yang luar biasa. Ketika keduanya menerima perintah itu tanpa ragu, Allah pun memuji mereka dan menggantikan Ismail dengan sembelihan yang besar.

Allah berfirman:

وَفَدَيْنَـٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
(QS. As-Saffat: 107)

Inilah asal-usul ibadah qurban yang kita jalankan setiap 10 Dzulhijjah. Namun, inti dari Idul Adha bukan hanya sekadar menyembelih hewan. Lebih dari itu, ia mengajarkan nilai keikhlasan dan pengorbanan demi menaati perintah Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«إِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ يَوْمَ النَّحْرِ، إِهْرَاقُ الدَّمِ»

“Sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah pada hari Nahr (Idul Adha) adalah menumpahkan darah (hewan kurban).”
(HR. Tirmidzi)

Santri Darul Hijrah Kubu Raya diajak untuk merenungi bahwa berkurban bukan hanya tentang sapi atau kambing. Tapi tentang kesiapan kita “menyembelih” ego, nafsu, dan rasa cinta dunia demi mencari ridha Allah. Dalam pendidikan pesantren, pengorbanan waktu, rindu kampung halaman, dan kenyamanan adalah bagian dari proses meneladani spirit Nabi Ibrahim dan Ismail.

Idul Adha juga momentum untuk berbagi. Daging kurban dibagikan kepada yang membutuhkan, mempererat ukhuwah dan menciptakan suasana kebersamaan. Di lingkungan pesantren, semangat ini menjadi nyata dengan kegiatan gotong royong, penyembelihan hewan kurban, hingga berbagi ke warga sekitar.

Kesimpulan:
Idul Adha mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus di atas segalanya. Mari jadikan hari raya ini sebagai titik awal untuk menjadi hamba yang lebih taat dan peduli sesama.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Semoga semangat pengorbanan Nabi Ibrahim tumbuh dalam jiwa santri Darul Hijrah Kubu Raya.

Makna Pengorbanan di Hari Raya Idul Adha Read More »

Download brosur untuk tau lebih lanjut, atau hubungi admin langsung